19 September 2019 Lembar putusan Pengadilan Agama mengenai perceraian sudah ku terima. Aku hela nafas panjang. Lega, sedih, sesak, bercampur di setiap hembusan nafas. Aku baca lagi berulang. "Alhamdulillah" batinku, berusaha menyempatkan untuk bersyukur dalam setiap keadaan. Resmi sudah aku sendirian. Aku yang bertanggung jawab atas diriku sendiri, dan menanggung segala keputusan ke depan. Seperti kehilangan satu kaki, aku berusaha tetap tegak melangkah. Pun selama setahun setengah menjalani poligami, yang aku rasakan memang kakiku sudah sakit sebelah. Ibarat dalam sisi medis, saran terbaiknya adalah mengamputasi kaki yang sudah luka dan membusuk. Sebelum menjalar menyakiti organ lainya. Tin tiiin tiiiin Klakson mobil di belakang mengagetkanku, aku sadar dan memacu mobilku menuju rumah. Aku bergegas mandi sesampainya di rumah. Jarang aku berlama lama di kamar mandi. Tapi, kali ini, aku betah berdiri dibawah kucuran air. ** 12 February 2018 Selesai subuh, aku mencari suami, in...